Gemabangsa.id, NTT- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama RI, Suparman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo dalam rangka meninjau lahan rencana pembangunan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri di Kelurahan Lape, Selasa (19/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Suparman didampingi Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama, Albertus Triyatmojo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Karyanto, serta Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo G. Muga Sada bersama sejumlah perangkat Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Di sela peninjauan lokasi, Suparman menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagekeo telah menyerahkan lahan seluas kurang lebih 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri tersebut.

“Kunjungan kami hari ini di lokasi yang telah diserahkan oleh Pemkab Nagekeo seluas kurang lebih 10 hektare tanah yang rencananya akan dibangun Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri. Tepat di samping saya ini ada Wakil Bupati Nagekeo, beliaulah yang berjasa besar untuk mewujudkan rencana dan acara ini,” ujarnya.

Menurut Suparman, rencana pembangunan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri sebenarnya telah dirancang sejak dua tahun lalu, namun baru dapat direalisasikan setelah lahan bersertifikat disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Sesungguhnya rencana pembangunan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri ini sudah dua tahun yang lalu. Namun baru saat ini kita diberi lahan untuk pembangunan sekolah terpadu dan tentunya lahan yang diserahkan mempunyai sertifikat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa gagasan pendirian sekolah tersebut sudah ada jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Dirjen Bimas Katolik. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mencurigai adanya kepentingan tertentu di balik pembangunan sekolah tersebut.

“Sekolah ini memang sudah dirancang sejak awal. Pak Direktur sudah lebih dahulu menggagas dan mendirikan sekolah terpadu tersebut sebelum saya datang. Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Direktur,” ungkapnya.

Suparman menyebut, sekolah yang akan dibangun itu diarahkan menjadi sekolah terpadu unggulan yang memiliki kualitas pendidikan tinggi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap melalui grand desain yang memuat tahapan pembangunan dari tahun ke tahun.

“Di dalam grand desain nantinya akan dijelaskan secara lengkap mengenai tahapan pembangunan sekolah, mulai dari pembangunan tahun pertama hingga keseluruhan proses dapat diselesaikan,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, konsep pendidikan sekolah juga akan disusun dengan mempertimbangkan karakteristik daerah. Menurut Suparman, konsep pendidikan dapat diarahkan pada bidang kemaritiman, pertanian maupun pengembangan lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Nagekeo.

“Jangan sampai kita mendidik anak-anak tetapi terlepas dari kultur dan budaya masyarakat Nagekeo. Pendidikan harus tetap berakar pada identitas dan nilai budaya daerah sendiri,” tegasnya.

Ia bahkan menekankan agar desain rumah ibadah di lingkungan sekolah nantinya mengadopsi nuansa budaya lokal Nagekeo agar identitas budaya daerah tetap terasa kuat dalam lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo G. Muga Sada dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan Dirjen Bimas Katolik menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan keagamaan Katolik di daerah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nagekeo, kami menyampaikan selamat datang kepada Dirjen Bimas Katolik beserta rombongan. Kehadiran Bapak di daerah kami merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan otoritas Gereja,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa hibah lahan seluas 10 hektare yang diberikan pemerintah daerah bukan sekadar aset fisik, tetapi simbol komitmen daerah dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan Katolik yang unggul dan terintegrasi.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo juga mendukung rencana penegerian SMAK Santo Joanne Baptista Wolosambi serta penguatan SMAK Negeri Ende sebagai pilot project SMAK unggulan di NTT.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Yohanes Siga. Menurutnya, DPRD Nagekeo menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri di Kabupaten Nagekeo.

Yan Siga juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama RI beserta rombongan yang telah hadir di Kabupaten Nagekeo. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk nyata perhatian terhadap pembangunan pendidikan keagamaan, khususnya bagi umat Katolik di daerah tersebut.

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia beserta rombongan yang telah berkenan hadir di Kabupaten Nagekeo,” ujar Yan Siga.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan sosial.

Yan Siga mengatakan, masyarakat Kabupaten Nagekeo yang menjunjung tinggi nilai iman, budaya, dan kebersamaan sangat membutuhkan kehadiran lembaga pendidikan seperti Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri sebagai wadah pembinaan generasi muda secara menyeluruh.

“Kehadiran Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan menengah yang memadukan keunggulan akademik dengan pendalaman iman dan karakter Kristiani,” katanya.

DPRD Kabupaten Nagekeo, lanjut Yan Siga, memandang pembangunan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri bukan sekadar pembangunan fisik institusi pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Karena itu, DPRD menyatakan siap mendukung setiap upaya untuk mewujudkan pembangunan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri di Kabupaten Nagekeo, baik melalui dukungan kebijakan, penganggaran sesuai kewenangan, maupun penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Selain itu, ia berharap forum sosialisasi dan dialog yang dilaksanakan dapat membangun kesepahaman bersama mengenai kebutuhan, tantangan, serta langkah-langkah strategis agar rencana pembangunan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri segera direalisasikan.

Menurut Yan Siga, pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga keagamaan, DPRD, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kami yakin cita-cita menghadirkan Sekolah Terpadu Semenarium Katolik Negeri di Kabupaten Nagekeo dapat terwujud demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut dan berharap dialog yang berlangsung dapat menghasilkan langkah-langkah konkret bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Nagekeo.