Semakin Parah Dan Mengkhawatirkan, Turap Didepan Rumah M Amin Lok Akan Runtuh


Semakin Parah Dan Mengkhawatirkan, Turap Didepan Rumah M Amin Lok Akan Runtuh


Gemabangsa.id, Tebo - Kondisi bangunan turap yang dibangun oleh APBD Provinsi Jambi yang berada di Desa Teluk Rendah Pasar Kabupaten Tebo semakin parah.

Yang sebelumnya hanya retak, kini kondisinya mulai terbelah. Menurut pantauan di lapangan, tanah merah yang diperuntukkan untuk menimbun turap kini sudah amblas.

Dinding turap juga sudah terbelah. Jika tidak ditangani dengan segera, dikhawatirkan turap tersebut akan runtuh.

Humas Dinas PUPR Provinsi Jambi Ivan ketika dikonfirmasi menyebut jika mereka telah mengetahui informasi adanya turap yang dibangun oleh dana APBD Provinsi Jambi yang retak meski belum selesai dibangun.

Kata dia, pihaknya akan memberikan sanksi kepada rekanan yang telah membangun turap tersebut.

"Jika tidak diperbaiki, maka akan disanksi. Wanprestasi," kata Ivan 

Turap yang dibangun tepat didepan rumah anggota DPRD Provinsi Jambi M Amin Lok itu dikerjakan oleh CV. Layagama Persada dengan konsusltan CV.Elsana Cipta Prima. Pengerjaan tersebut dilakukan selama 103 hari terhitung 16 September 2021 dengan anggaran Rp 2,808.080.368,08.


Jika melihat dari jadwal kerja yang tertempel dipapan merk proyek, artinya pengerjaan tersebut sudah molor. Harusnya Januari lalu sudah selesai, namun sampai saat ini pengerjaan belum selesai. Pekerja baru proses penimbunan.

Dengan molornya pembangunan tersebut dikhawatirkan bisa berakibat fatal. Jika tidak diselesaikan dikawatirkan bisa mengganggu masyarakat lain. Hal itu juga dibenarkan oleh Ketua BPD Desa Teluk Rendah Pasar Samsir Rahman.

"Warga sekitar khawatir karena ditakutkan sewaktu-waktu rumah yang berada dipinggir sungai bisa ambruk," kata Samsir Rahman kepada wartawan.

Dia berharap agar pemerintah provinsi Jambi dan juga kontraktor yang mengerjakan untuk kembali memperbaikinya.

Untuk diketahui, turap yang dibangun tersebut terkesan asal jadi. Belum selesai dibangun, turap tersebut sudah retak.

Informasi yang dihimpun, pembangunan turap yang menggunakan dana APBD Provinsi Jambi dengan pagu Rp 2,8 miliar tersebut sejak awal sudah diprediksi tidak bakal lama.

Banyak kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor yang mengerjakannya. Diantaranya panjang dan lebar tidak sesuai dengan RAB, kemudian bahan penyangga yang terbuat dari besi banyak dipotong, kemudian penyangga tersebut diikat dengan tali seling yang ukurannya sangat kecil dan kejanggalan lainnya.

Besi anti karat yang digunakan untuk penopang tanah juga dipotong, alasannya kepanjangan dan tidak bisa masuk lebih dalam lagi. Tak tanggung-tanggung hampir semua besi penyangga tersebut dipotong, bahkan ada yang hampir separoh yang dipotong.

Bukan itu saja, panjang dan lebar pengerjaan juga berkurang. Dan itu sempat menjadi pertanyaan oleh warga setempat.

Tp warga setempat yang enggan namanya ditulis menyebut jika pekerjaan tersebut memang tidak layak. Pengerjaannya dilakukan oleh orang yang tidak profesional.

Pengerjaan proyek tersebut dilakukan oleh CV. Layagama Persada dengan konsusltan CV.Elsana Cipta Prima. Pengerjaan tersebut dilakukan selama 103 hari terhitung 16 September 2021 dengan anggaran Rp 2,808.080.368,08.

Jika melihat dari jadwal kerja yang tertempel dipapan merk proyek, artinya pengerjaan tersebut sudah molor. Harusnya Januari lalu sudah selesai, namun sampai saat ini pengerjaan belum selesai. Pekerja baru proses penimbunan.

"Kami minta aparat hukum untuk melakukan pengecekan kelokasi. Karena kami menduga ini banyak markupnya," kata Lp warga setempat.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya. Menurut dia, pengerjaan proyek tersebut penuh dengan syarat, dimana proyek tersebut dibangun tepat didepan rumah Anggota DPRD Provinsi Jambi M Amin Lok.

"Harusnya yang diturap tersebut masjid, bukan rumah dia. Karena masjid dan rumah anggota dewan itu sama-sama dipinggir sungai," ungkap MK yang juga enggan namanya ditulis. 

Warga meminta penegak hukum untuk peka terhadap hal ini.

"Tidak layak rumah seorang dewan diturap dengan dana APBD Provinsi. Masih banyak daerah lain yang membutuhkan. Tanah didepan masjid juga sudah mulai terbis, bahkan masjid didesa lain juga ada yang mau terjun kesungai, tapi tidak diturap," kesalnya. (TGB)