Gemabangsa.id, Bungo - Meskipun sudah berulang kali Kapolres Bungo melakukan razia Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dikawasan Sungai Buluh tepatnya dekat Bandara Muara Bungo, namun bos Dompeng yang bernama Salim ternyata masih tetap dan bebas bermain Dompeng.
Pantauan wartawan dilapangan, tak jauh dari Bandara Muara Bungo terdapat puluhan rakit Dompeng yang siap mencari emas ilegal. Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, pemain - pemain PETI tersebut harus membayar uang sewa tanah sekitar 25 persen.
Tidak hanya membayar uang sewa tanah saja, informasi lain yang juga diperoleh awak media, hasil Dompeng juga dijual kepada Salim yang disebut sebagai Bos Besar yang punya andil besar atas aktivitas PETI disekitar Bandara Muara Bungo.
"Sekarang tidak kerja bang, malam baru kerja. Dompeng yang ada disini urusannya sama Salim," ujar salah satu pekerja Dompeng, Senin (23/02/2026).
Ketika ditanya apakah mereka tidak takut dengan pemberantasan PETI yang dilaksanakan oleh Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, pekerja PETI mengaku sejauh ini masih aman - aman saja karena sebelum bekerja sudah ada uang keamanan.
"Kalau tidak ada keamanan, mustahil berani main Dompeng disini bang. Tu lihat puluhan rakit Dompeng yang bekerja," terangnya kembali.
Ketika ditanya apakah benar Fee tanah mencapai 25 persen dan disetorkan kepada Salim, lantas apakah lokasi Dompeng memang milik Salim, pekerja membenarkan hal tersebut dan kembali mengatakan bahwa fee Tanah disetor kepada Salim.
Disisi lain, ketika ditanya berapa harga jual beli emas hasil Dompeng kepada Salim, pekerja mengaku harga jual beli rendah walaupun kadar emas tinggi.
Meskipun harga beli dari Bos Salim relatif rendah bila dibandingkan dengan pembeli lain, namun para pekerja mengaku tidak bisa berbuat banyak karena mereka mendompeng ditanah yang dikuasai Salim.
"Harga jual berbeda jauh dengan pembeli lain, tapi karena kami mendompeng dilokasinya, ya mau tidak mau jual dengan berat hati walaupun sedikit murah," tutupnya.


