Gemabangsa.id, NAGEKEO – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Marapokot menggelar Apel Siaga Kesiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di halaman kantornya, Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa,Jumat ( 13/03/2026).
Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan penyelenggaraan transportasi laut pada periode mudik Lebaran mendatang, dengan mengusung dua tagline yaitu "Mudik Nyaman Bersama" dan "Bersama Raih Kemenangan Jaga Keselamatan".
Kepala UPP Kelas III Marapokot, Welhelmus Daniel Dami, S.H., M.M., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa apel tersebut dimaksudkan untuk memantapkan koordinasi antara instansi terkait dan seluruh pemangku kepentingan.
"Kegiatan ini bertujuan agar perjalanan masyarakat selama periode Angkutan Laut Lebaran dapat berjalan dengan lancar, selamat, aman, dan nyaman," ujar Welhelmus.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, transportasi laut memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung konektivitas nasional. Untuk itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan membentuk Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 yang berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi, dan respons cepat terhadap berbagai dinamika di lapangan, termasuk kondisi cuaca, kelaiklautan kapal, kesiapan pelabuhan, keselamatan pelayaran, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Welhelmus menambahkan, data menunjukkan prediksi jumlah masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi laut pada periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 2,4 juta orang atau meningkat 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan bagian dari total mobilitas nasional yang diperkirakan sebanyak 143,91 juta orang di seluruh moda transportasi, berdasarkan survei nasional Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.
Seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut diinstruksikan untuk mengutamakan keselamatan pelayaran dengan prinsip Zero Compromise for Safety (Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan). Setiap kapal penumpang yang akan dioperasikan wajib menjalani pemeriksaan kelaiklautan secara menyeluruh, termasuk kelengkapan peralatan keselamatan dan kompetensi awak kapal.
Selain itu, dilakukan optimalisasi armada dengan menyesuaikan jumlah dan jadwal kapal berdasarkan prediksi lonjakan jumlah penumpang, serta menyiapkan kapal cadangan dan kapal negara untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran. Pihak terkait juga akan melakukan antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem melalui koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kita akan berkoordinasi erat dengan berbagai pihak, antara lain BMKG, Badan SAR Nasional (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, operator pelabuhan, dan operator pelayaran untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan," jelasnya.
Untuk mendukung pelayanan yang maksimal, akan dilakukan mitigasi risiko secara komprehensif baik di kapal maupun di pelabuhan. Selain itu, dilakukan optimalisasi penggunaan media sosial melalui Tim Social Media Response Team (SMRT) serta penyediaan nomor hotline untuk kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sekaligus stimulus ekonomi, pemerintah kembali menghadirkan program tiket gratis dengan kuota lebih dari 69 ribu penumpang. Selain itu, diberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal Penyelenggara Sarana Operasional (PSO) PT Pelni kelas ekonomi, yang mencakup lebih dari 445 ribu tiket.
"Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata," tambah Welhelmus.
Akhirnya, Welhelmus mengajak seluruh insan perhubungan laut untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


