Yan Siga Dorong Listrik PLN untuk SPPG Terpencil di Nagekeo

Yan Siga Dorong Listrik PLN untuk SPPG Terpencil di Nagekeo



Gemabangsa.id, Nagekeo - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Yohanes Siga atau yang akrab disapa Yan Siga, melakukan pertemuan dengan pimpinan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Flores Bagian Barat guna memastikan ketersediaan listrik di wilayah terpencil.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor PLN UP3 Flores Bagian Barat, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dan dihadiri oleh Pimpinan ULP PLN Flores Bagian Barat, Eki Putra bersama Arif Budiman.

Dalam pertemuan tersebut, Yan Siga secara khusus menekankan pentingnya percepatan pemasangan jaringan listrik di sejumlah titik pelayanan publik, khususnya SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di wilayah terpencil Kabupaten Nagekeo, seperti Desa Tedamude dan Desa Tendakisa, Kecamatan Aesesa.

Ia menegaskan bahwa keberadaan listrik memiliki peran krusial dalam menunjang operasional SPPG, yang menjadi bagian penting dalam mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis) bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan di daerah terpencil.

Menurut Yan Siga, tanpa dukungan listrik yang memadai, pelaksanaan program SPPG dan MBG tidak akan berjalan optimal, karena sangat bergantung pada fasilitas seperti penyimpanan makanan, pengolahan bahan pangan, hingga distribusi yang higienis dan aman.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah terpencil seperti Tedamude dan Tendakisa mendapatkan hak yang sama atas listrik PLN. Ini bukan hanya soal penerangan, tetapi menyangkut keberlangsungan layanan SPPG dan program MBG yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tegas Yan Siga.

Ia menjelaskan, listrik menjadi fondasi utama dalam menjamin kualitas layanan gizi, mulai dari penggunaan alat pendingin untuk menjaga bahan makanan tetap layak konsumsi, hingga mendukung peralatan memasak yang higienis.

Lebih lanjut, Yan Siga menambahkan bahwa kehadiran listrik juga berdampak luas terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di desa-desa terpencil.

 “Jika listrik sudah masuk, maka pelayanan SPPG bisa berjalan maksimal, program MBG tepat sasaran, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi serta sosial yang lebih luas,” tambahnya.

Yan Siga berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan PLN, seluruh wilayah di Kabupaten Nagekeo, termasuk daerah terpencil, dapat segera teraliri listrik secara merata.

 “Kami akan terus mengawal proses ini agar berjalan sesuai target. Listrik, SPPG, dan MBG adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, pihak PLN melalui pimpinan ULP Flores Bagian Barat menyampaikan bahwa pembangunan jaringan distribusi listrik di wilayah tersebut saat ini tengah berjalan dan terus diupayakan percepatannya.

Berdasarkan data progres pekerjaan:

Desa Tendakisa mencatat kemajuan fisik sebesar 5,27%

Desa Tedamude mencapai progres sebesar 5,13%

Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM), gardu distribusi, serta Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sebagai bagian dari upaya memperluas akses listrik ke wilayah terpencil.

PLN juga menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat proses pembangunan agar listrik dapat segera dinikmati oleh masyarakat, sekaligus mendukung keberlangsungan program pelayanan publik seperti SPPG dan MBG.