Wow, Diduga Oknum Perangkat Dusun Potong Dana BLT-DD
kunVH1wCNcBGAsYHQ/s0/jmsi.jpg"/>

Wow, Diduga Oknum Perangkat Dusun Potong Dana BLT-DD

Bungo, GB - Sangat sulit yang dialami warga dizaman Pandemi Covid saat ini. Sudah sudah, masih malah ditambah susah. Seperti yang dialami warga Kampung Titian Bulian, Dusun Teluk Pandak, Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo.

Pada pembagian BLT-DD yang dilakukan oleh Pemerintah Dusun Teluk Pandak, menjadi polemik hangat ditengah masyarakat. Pasalnya, warga yang terdampak Covid-19.

Dari Pembagian yang diberikan kepada warga, sebanyak Rp. 600.000,- untuk masyarakat, hanya hisapan jempol belaka. Ada lima warga yang mengaku, dirinya hanya menerima bantuan BLT-DD tersebut, tidak mencukupi sesuai dengan apa yang telah ditentukan.

"Katanya Rp. 600.000,- yang kami terima. Akan tetapi, yang kami terima hanya Rp. 550.000,-," jelas warga yang dipotong oleh oknum Perangkat Dusun Teluk Pandak.

Kelima warga yang mengaku dipotong bantuan yang diberikan, adalah Agus Sema, Abasri, Tima Dodo, Siti Buyung dan Nor
Mala. Dari kelima warga yang dipotong, tiga dari mereka mengaku, bantuan tersebut diberikan oleh Nadjemi, Kepala Kampung Titian Bulian, yang dipotong untuk membayar pajak.

"Katanya, saat memberikan bantuan itu, dipotong Rp. 50.000,- untuk pajak. Tapi, kami tidak tau pajak apa," akui mereka.

Dari tanggapan warga yang telah dipotong dari bantuan tersebut, Rio Teluk Pandak Erfuadan mengesalkan dari perbuatan perangkatnya, yang telah berani untuk memotong dari dana bantuan warga yang terdampak Covid-19.

"Saya tidak pernah memerintahkan dan memotong dari dana bantuan tersebut, untuk membayar pajak," kesal Erfuadan, Rio Teluk Pandak.

Erfuadan menegaskan, dirinya tidak pernah memerintahkan Perangkatnya, untuk mengambil dan memotong dari dana yang akan diserahkan kepada Masyarakat terdampak Covid-19.

"Saya berani kemanapun, kalau ada saya memerintah perangkat Dusun saya, untuk memotong Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Apalagi bantuan covid ini, seribu rupiah pun tidak ada potongan," tegas Erfuadan. (ST)