Gara-gara Harta Warisan, Adik Dan Keponakan Habisi Nyawa Paman

Gara-gara Harta Warisan, Adik Dan Keponakan Habisi Nyawa Paman


Gemabangsa.id, Tebo - Tomi Simanungkalit, seorang pemuda yang tega membunuh sepasang suami istri, warga Desa Muaro Kilis, Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, yang tidak lain adalah paman kandungnya sendiri, diamankan Tim Sultan Satreskrim Polres Tebo, Jumat (12/02/2021).

Pemuda asal RT 22 Dusun Tepian Napal, Desa Muaro Kilis, tersebut dengan tega menghabisi nyawa kedua pamannya, bukan hanya sendirian, namun dengan adik korban sendiri, dikarenakan harta warisan keluarga yang dimiliki.

Kedua pelaku menghabisi kedua pamannya, setelah terjadinya perdebatan antara keluarga di rumah korban.

Kasat Reskrim Polsek Tebo AKP Maharatua Siregar mengatakan, Pelaku berhasil diamankan setelah mencoba untuk melarikan diri. 

Dijelaskannya, setelah melakukan pembunuhan Kamis (11/02/2021), sekitar pukul 21.00 WIB, salah satu pelaku yakni Tomi Simanungkalit (24), berhasil diamankan.

"Pelaku kita amankan  setelah 6 jam penyelidikan di tempat Kejadian Perkara", katanya.

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Polres Tebo, masih melakukan pengejaran terhadap M, dari keterangan saksi tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Sementara, Tomi Simanungkalit mengaku bahwa dirinya sakit hati kepada korban, karena sudah keterlaluan terhadap kedua pelaku.

"Kami dianggapnya sudah macam binatang Bae," katanya.

Hal tersebut diungkapkannya, mulai muncul sejak pembagian warisan. Menurutnya korban menguasai seluruh warisan, tanpa memperhatikan dia dan keluarganya.

Dari permasalahan ini, ia bersama ayahnya merencanakan pembunuhan. sebenarnya pembunuhan ini sudah direncanakan sepekan sebelumnya.

awalnya, ia bersama sang ayah sempat ragu untuk melakukan pembunuhan. dan sempat mengurungkan niat. Namun, korban tidak memberikan itikad baik.

"Sebenarnya seminggu sebelumnya, tapi kami sempat ragu, barulah ini", jelasnya.

Untuk, membunuh korbannya, pelaku menggunakan sebilah senjata tajam berupa pisau. 

"Kalau istrinya, Sayo tikam 11 kali, kalau paktuo ntah berapa kali", akunya. (ST)