Saat Bermain Bersama di Kebun, Pelajar SMP Cabuli Empat Pelajar SD
kunVH1wCNcBGAsYHQ/s0/jmsi.jpg"/>

Saat Bermain Bersama di Kebun, Pelajar SMP Cabuli Empat Pelajar SD

Gemabangsa.id-- Kasus pencabulan yang melibatkan pelaku dan korban dari kalangan anak-anak kembali terjadi. Kasusnya terungkap setelah salah satu korban mengadu pada orang tuanya dan melapor ke polisi.

Pelakunya berinisial KN masih berusia 14 tahun. KN  juga masih berstatus pelajar kelas II SMP. Dari keterangan kepolisian, KN tidak hanya mencabuli seorang anak saja. Keseluruhan ada empat pelajar SD yang mengaku menjadi korban pencabulan tersangka. Seluruh korban adalah laki-laki.

Kasus pencabulan ini terjadi di Kabupaten Banyumas. Hal itu terungkap setelah Unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas mengamankan KN, warga Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.

Kasat Reskrim Kompol Berry mewakili Kapolresta Banyumas Kombes Pol M Firman L Hakim mengungkapkan keempat korban, juga merupakan anak-anak yang tinggal  satu desa dengan tersangka. Kasus terungkap setelah ada orang tua korban mengadukan  anaknya telah dicabuli tersangka. "Setelah mendapat laporan tersebut,  pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka," ujar Berry seperti dikutip dari republika.co.id, Jumat (12/2/2021).

Namun, sambungnya, setelah penangkapan dilakukan, pihaknya juga menerima laporan tiga orang tua lainnya yang ternyata menjadi korban pencabulan tersangka.

Berdasarkan pengakuan anak-anak yang menjadi korban, mereka mengaku dicabuli tersangka saat bermain bersama di kebun yang jarang didatangi warga. Saat itu tersangka memaksa korbannya untuk membuka pakaian, kemudian dicabuli.

''Sebagian besar korban tidak ada yang berani mengadu pada orang tuanya, karena takut dengan tersangka. Saat mencabuli, tersangka mengancam akan memukuli korbannya jika mengadu pada orang tuanya,'' katanya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dikenakan para korban dan tersangka saat kasus pencabulan terjadi. ''Sementara ini, tersangka mengaku korbannya hanya empat orang. Kami masih mendalami kasus ini, karena mungkin saja korbannya tidak hanya empat orang itu,'' katanya.

Terkait kasus ini, Kasatreskrim menyatakan akan menjerat tersangka dengan pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(bos)