Pelaku UMKM Menjerit, Harga Gas LPG 12 KG Tembus Hingga 250 Ribu


Pelaku UMKM Menjerit, Harga Gas LPG 12 KG Tembus Hingga 250 Ribu



Gemabangsa.id, Bungo - Naiknya harga Gas LPG 12 Kg yang tembus hingga Rp. 250 pertabungnya, membuat sejumlah pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bungo Jambi, berdampak besar bagi para pelaku Usaha Masyarakat Kecil Dan Menengah.

Hal tersebut seperti yang diungkap Subur, yang merupakan salah satu pengusaha Sale Pisang Dusun Purwobakti, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo Jambi. Dikatakannya, naiknya harga Gas LPG 12 KG saat ini, membuat dirinya cukup kebingungan memutar otak, agar usahanya tetap beroperasi.

"Dengan naiknya harga yang sampai Rp. 250 ribu saat ini, kami juga bingung dan memutar otak, agar usaha kami terus berjalan," ujar Subur, Minggu (17/07).

Menurutnya, kenaikan harga Gas LPG 12 KG ini sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir, dengan kenaikan perlahan-lahan. Sebelumnya, harga Gas 12 Kg ada pada harga Rp. 200 ribu per tabung. Namun, pada dua minggu terakhir ini, harganya langsung meroket hingga Rp. 250 ribu per tabung, yang sangat berdampak pada usahanya.

"Harganya naik perlahan mulai satu bulan kemarin. Meroketnya, sejak dua Minggu terakhir ini, tembus sampai 250 ribu, sehingga membuat jumlah pengeluarannya jauh lebih besar jika dihitung per harinya," jelas Subur.

Subur menambahkan, kenaikan harga tepung dan minyak goreng sebagai bahan utama usahanya dalam pembuatan Sale Pisang, juga mengalami kenaikan. Sehingga, dirinya hanya menggoreng Sale Pisang yang dibuatnya, hanya ketika ada pesanan.

"Apalagi saat ini, harga semua naik. Bahan pembuatan Sale Pisang saat ini, seperti tepung dan minyak Goreng juga naik. Sehingga, penggorengan kami batasi jika ada pesanan saja, gak menumpuk seperti kemarin," tambahnya.

Dari kenaikan harga tersebut, Subur berharap adanya perhatian Pemerintah terhadap para pelaku UMKM, yang saat ini sangat menjerit dengan kenaikan harga Gas LPG dan bahan pokok lainnya.

"Kami sangat berharap, adanya perhatian dari pemerintah baik Pusat dan Daerah, atas jeritan masyarakat dari semua kenaikan harga bahan pokok," harapnya. (***)