Berkat Bimbingan Hasbuna, Kerajinan Tangan Ponirin Berkembang
kunVH1wCNcBGAsYHQ/s0/jmsi.jpg"/>

Berkat Bimbingan Hasbuna, Kerajinan Tangan Ponirin Berkembang



Gemabangsa.id, Tanggamus - Para pengrajin patung lumba-lumba, yang telah diakui oleh masyarakat sebagai Icon Kabupaten Tanggamus, terus dilakukan oleh para pengerajin. 

Terapan kerajinan tangan patung lumba-lumba, yang terbuat dari kayu Medang, yang dikerjakan dengan alat seadanya, sudah mulai berkembang di Tanggamus. Hal tersebut dikatakan Ponirin, menjelaskan bahwa awal pertama dirinya membuat kerajinan tangan yang terbuat kayu itu, adalah berkat saran teman sendiri.

"Pada awalnya, saya membuat kerajinan itu suruh oleh Hasbuna, agar terus menunjukkan karya sendiri, dengan membuat patung dari kayu. Setelah saya kerjakan, Alhamdulillah walaupun tidak 100%. Namanya masih belajar, semoga akan lebih baik lagi kedepannya," kata Ponirin, Minggu (22/11/2020).

Membuat patung kayu dengan alat manual lanjut Ponirin, dirinya harus mempersiapkan beberapa alat-alat yang biasa digunakan untuk alat bangunan.

"Untuk pertama yang kita siapkan jika untuk membuat patung kayu, seperti Gergaji, Golok, Pahat dan Pisau. Setelah selesai pola, baru di Amplas dan Cat," lanjutnya.

Ponirin juga menyampaikan, atas dukungan dan bimbingan Hasbuna, hingga saat ini telah menyelesaikan 10 buah patung yang telah siap dipasarkan. 

"Berkat bimbingan dan dukungan pak Hasbuna, awalnya hanya saya sendri, sekarang saya sudah punya karyawan yang sudah bisa membuat patung lumba-lumba, dan sudah ada yang ngecat," katanya lagi.

Sebagai pengrajin sebuah Icon Tanggamus, dirinya sangat berterima kasih kepada Pak Hasbuna yang telah mempercayai dirinya untuk membuat patung lumba-lumba.

"Saya berterima kasih kepada Hasbuna yang sudah mempercaya'i saya untuk membuat patung lumba-lumba. Karena saran dan anjuran dirinya, saya bisa membuat patung lumba-lumba, salah satu icon Tanggamus," ucapnya.

Ponirin juga berharap, Kepada Pihak pemerintah Tanggamus, Bupati dan Wakil Bupati, serta instansi terkait agar mendorong dan memperhatikan kerajinan tangan pembuat patung lumba-lumba. (Buna)