Gemabangsa.id, Tanggamus -- Ketua Harian Adat Buay Benyata, Mat Helmi, bersama Marga Adat Buay Belunguh deklarasi melindungi petani penggarap eks lahan HGU PT TI dari kezholiman Marga Adat Buay Belunguh Tanjung Hikhan.
Adat Buay Belunguh dan Buay Benyata mendeklarasikan perlindungan bagi para petani yang berkebun di wilayah adat kedua marga di area eks HGU PT Tanggamus Indah (PT TI).
Deklarasi tersebut digelar di lokasi perkebunan petani di area eks HGU PT TI, Ahad (15/2/2026).
Ketua Harian Marga Adat Buay Benyata, Mat Helmi, mengatakan deklarasi tersebut untuk melindungi dan memberikan rasa aman kepada para petani dari gangguan kelompok Marga Adat Buay Belunguh Tanjung Hikhan.
“Deklarasi ini kami lakukan bersama Marga Adat Buay Belunguh untuk melindungi para petani dari daerah Talang Rejo, Talang Aman, Tanjung Anom, dan sekitarnya dari gangguan Marga Adat Buay Belunguh Tanjung Hikhan,” katanya.
Di tengah-tengah aksi, salah seorang petani mengadukan tentang penjarahan hasil panen kopi milik mereka oleh seseorang yang bernama Marwan, anggota Marga Adat Buay Belunguh Tanjung Hikhan.
Tidak hanya melakukan penjarahan, Marwan Cs juga dia katakan meminta uang sebesar Rp. 3,5 juta kepada para petani yang berkebun disana.
Menanggapi aduan itu, Mat Helmi mengecam keras aksi penjarahan yang dilakukan Marwan Cs.
Menurutnya, aksi itu sangat keji dan tidak pantas dilakukan oleh seorang warga adat yang seharusnya menjunjung tinggi etika sosial.
“Aksi penjarahan dan meminta uang kepada petani bisa dikatakan sebagai bentuk pemerasan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang yang mengaku warga adat,” ujarnya.
“Maka dari itu, Marga Adat Buay Benyata dan Buay Belunguh bersatu untuk melindungi dan mengayomi para petani dari kezholiman penjarahan yang dilakukan Marwan Cs dari Tanjung Hikhan, tegasnya.
Ditambahkan Sodri Kancil, juru bicara Marga Adat Buay Belunguh, melalui deklarasi ini pihaknya menyatakan akan bekerjasama dengan Marga Adat Buay Benyata untuk mengayomi para petani yang menggarap lahan eks HGU PT TI.
Dirinya juga menegaskan pihaknya akan turun langsung membantu apabila terjadi hal-hal yang merugikan para petani.
“Marwan Cs jangan lagi mengganggu petani di wilayah adat kami. Mulai sekarang kami yang melindungi mereka. Jika ada suatu masalah di lokasi yang merasa terzholimi maka kita akan turun bersama-sama,” ujar Sodri.(Hasbuna)


