Untuk Mandi dan Mencuci, Warga Desa Sungai Ulak Harus Berjalan 4 Kilometer ke Sungai Gunting


Untuk Mandi dan Mencuci, Warga Desa Sungai Ulak Harus Berjalan 4 Kilometer ke Sungai Gunting

Gemabangsa.id, Merangin- Warga Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin, yang sehari-hari mandi dan mencuci pakaian di sungai mengeluhkan tercemarnya sungai mereka dari aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Akibatnya untuk mendapatkan air yang masih bersih untuk mandi, mencuci pakaian, maupun air minum warga Desa Sungai Ulak  harus mencari sungai yang airnya belum tercemar jauh dari rumah mereka. Saat ini warga Sungai Ulak telah menemukan Sungai Gunting yang berlokasi dipinggir jalan lintas menuju Desa Aur Duri, Kecamatan Nalo Tantan, yang jaraknya lebih kurang 4 km. Tiap hari mereka mandi, mencuci pakaian, dan mengambil air untuk minum di Sungai Gunting ini.

“Sudah dua tahun lebih saya dan tetangga kalau mandi dan mencuci pergi ke tempat ini. Yang airnya masih bersih dan belum tercemar,” kata Mamak Imut (60), warga RT 2 Desa Sungai Ulak baru-baru ini.

Dirinya kini sudah tidak muda lagi. Dia mengaku berat dan lelah harus berjalan lebih kurang 4 km tiap hari untuk mandi dan mencuci pakaian.

"Capek. Apalagi saya sudah tua," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Reni (35). Dirinya sebagai ibu rumah tangga dengan anak yang masih kecil harus tiap hari pergi ke sungai  untuk mendapatkan air yang masih bersih.

“Berat rasanya tiap hari mandi dan mencuci harus menempuh jarak yang tidak dekat apalagi bawa anak-anak,” keluhnya.

Ia sebagai warga masyarakat kecil minta kepada pemerintah untuk bisa membantu warga desa mencarikan jalan keluar yang berhubungan dengan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

"Saya hanya berharap, ada perhatian dari pemerintah," katanya.

Salah satu warga Desa Aur Duri, Kecamatan Nalo Tantan, Nursima (25) yang rumahnya berjarak lebih kurang 500 meter dari Sungai Gunting tempat banyak warga mandi dan mencuci pakaian mengatakan sejak sungai sudah tercemar dan berubah warna tidak jernih lagi airnya banyak warga mendatangi sungai gunting  baik pagi, siang dan sore hari untuk mandi dan mencuci pakaian.

“Saya tinggal disini bersama suami dan anak sudah 6 tahun. Untuk warga memang banyak yang mandi dan mencuci sejak air sungai sudah tercemar dan berubah warna tidak jernih lagi,” katanya.

Nursima berharap mudah-mudahan air sungai gunting yang masih bersih tetap terjaga kebersihannya dan tidak ikut tercemar sehingga warga masih bisa mendapatkan air yang masih bersih.(bos)


Sumber: Unggah News.com