PPKM Level IV Diperpanjang, Fasha: Pengetatan dan Penyekatan Belum Pasti Diperpanjang

 


PPKM Level IV Diperpanjang, Fasha: Pengetatan dan Penyekatan Belum Pasti Diperpanjang

Gemabangsa.id, Jambi --Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV untuk Kota Jambi diperpanjang hingga 6 September mendatang. Hal ini sesuai dengan Instruksi Mentri Dalam Negeri  (Inmendagri) Nomor 36 tahun 2021 yang diterima Pemerintah Kota Jambi pada  23 Agustus 2021 lalu. Namun mengenai pengetatan dan penyekatan, belum ada kepastiannya.

Walikota Jambi, Syarif Fasha mengatakan akan melakukan rapat koordinasi terlebih dulu, mengenai keberlanjutan pengetatan dan penyekatan tersebut.

“Belum tau, malam minggu nanti akan kita bahas apakah diperpanjang atau stop Senin mendatang. Atau ada indikator-indikator lain nantinya yang membuat penyekatan distop,” terangnya, Jumat (27/8/2021).

Indikator lain yang membuat pengetatan dan penyekatan tidak diperpanjang, disebutkan Fasha  diantaranya dilihat dari  penurunan kasus Covid-19. 

“Saat ini sudah pecah dari 1.000 kasus. Mudah-mudahan, ada kesembuhan cukup banyak. Sehingga semakin turun kasusnya. Kita prediksi di hari kesepuluh nanti, Rabu (1/9) mendatang, mudah-mudahan berada di angka 500 an. Itu target kita,” katanya.

Dengan masih diberlakukannya PPKM level IV  sejumlah aturan juga akan kembali diatur. Seperti misalnya pelaksanaan pernikahan diperbolehkan dengan resepsi yang dibatasi, kegiatan toko boleh dibuka dan makan di tempat.

“Itu harapan kita semua, dan  nanti ini akan kita bahas,” timpalnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Jambi, Maulana mengatakan setelah empat hari berjalan, ada penurunan tingkat keterisian kamar tidur rumah sakit. Pada Senin (23/8) lalu, tingkat rata-rata keterisian kamar tidur rumah sakit adalah 49 persen. Kini sudah turun di angka 46 persen. Kemudian isolasi terpusat juga mengalami penurunan. "Pada awal penerapan  PPKM Level 4, tingkat ketersian tempat tidur rumah isolasi perawatan Covid-19 di Kota Jambi sebesar 36 persen. Hingga kini sudah di angka 26 persen," jelasnya. 

"Artinya harapan-harapan dan tujuan yang ingin kita capai dari pengetatan ini ada dampaknya," katanya lagi.

Meskipun masyarakat merasakan dampak yang berat akibat PPKM level 4 ini, Maulana berharap hal itu dapat menjadikan edukasi masyarakat untuk hidup sesuai dengan prokes. "Menjaga jarak, menghindari kerumunan, pakai masker dan seterusnya," tandasnya.(bos)