Dianggapnya Musibah, Rio Tenam Akui Kalah Investasi Treding Forex


Dianggapnya Musibah, Rio Tenam Akui Kalah Investasi Treding Forex



Gemabangsa.id, Bungo - Dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) oleh Rio (Kades) Tenam, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo untuk bermain inventasi semakin jelas.

Rio Tenam, Zam Sopwan akhirnya mengakui bahwa dirinya mengalami kekalahan saat ikut berinvestasi treding forex.

"Kalah forex, namo jugo musibah. siapo yg mau," ujarnya.

Namun, Sofwan saat ditanya terkait besaran kerugian yang dialaminya tidak mau menjawab. Ia mengaku memulai ikut trending forex berawal dari temannya.

"Pokoknya sudah banyaklah. Tiap bulan kami  nambah modal," tuturnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Wakil BPD Dusun Tenam, Solihin mengaku mendapat pengakuan dari perangkat desa sudah 7 bulan tidak mendapatkan gaji.

Pada akhir tahun, saat pembayaran gaji, Rio tersebut memotong gaji perangkat desa sebesar satu bulan gaji untuk menggantikan kerugian investasi yang dilakukannya tersebut.

"Investasi itu menggunakan dana desa atau tidak kita belum pasti. Yang pasti dia memotong gaji perangkat untuk mengganti kerugian investasi pribadinya," ungkap Solihin.

Sebelumnya,  Rio ( Kades) Tenam, Zam Sopwan diduga melakukan penyalahgunaan dana desa (DD) untuk kepentingan pribadi pada anggaran tahun 2021.

Ia diduga kalah saat ikut investasi, sehingga gaji perangkat desa terpaksa harus dilakukan tunda bayar selama beberapa bulan.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua BPD Tenam, Solihin membenarkan hal tersebut. Ia menyebut untuk mengganti kerugian investasi pribadi yang dilakukan itu, Rio melakukan pemotongan gaji terhadap perangkat dusun.

"Bahasanya minta diikhlaskan, tapi itu tetap menyalahi karena itu merupakan hak dari perangkat dusun," ujarnya.

Pemotongan gaji perangkat dilakukan pada akhir tahun 2021 lalu, saat melakukan pembayaran gaji yang telah tertunda selama 7 bulan.

Sementara besaran yang dipotong setiap perangkat selama sebulan gaji sebanyak Rp. 2.150.000 dengan jumlah perangkat sebanyak 9 orang.

Sehingga perangkat hanya menerima gaji selama 6 bulan. Namun laporan yang diterima tetap 7 bulan.

"Kalau ditotal semuanya mencapai puluhan juta juga untuk gantikan duit investasi Rio itu," tambah Solihin. (***)