Harga Cabai Di Bungo Meroket, Perkilo Cabai Tembus Hingga 150 Ribu


Harga Cabai Di Bungo Meroket, Perkilo Cabai Tembus Hingga 150 Ribu



Gemabangsa.id, Bungo - Harga cabai di Pasar Tradisional Modern Kabupaten Bungo terus mengalami peningkatan drastis. Hari ini, harga cabai tembus hingga Rp. 150 ribu perkilogramnya. Sehingga, membuat para pembeli dan pedagang mengeluh.

Seperti yang diungkapkan seorang ibu rumah tangga, Lidya (30) warga Kelurahan Tanjung Gedang, Kabupaten Bungo, Jambi. Dirinya menjelaskan, kenaikan harga cabai saat ini, sangat tidak sebanding dengan ekonomi masyarakat.

"Gila, harga cabai aja sudah Rp. 150 ribu perkilonya. Mana ekonomi masyarakat saat ini belum stabil dengan turunnya harga sawit yang sampai Rp. 400 perkilonya," ungkap Lidya, Jumat (01/07).

Lidya mengatakan, kenaikan harga cabai ini terjadi, sejak beberapa bulan yang lalu. Menurutnya kenaikan tersebut sangat memberatkan para pembeli, yang saat ini sudah sangat sulit mengatur keuangan rumah tangga, dari tingginya harga bahan pokok seperti cabai.

Bukan hanya kenaikan harga cabai, Ia pun mengeluhkan berbagai kebutuhan pokok yang naik dan kunjung belum turun. Untuk itu ia minta pemerintah segera turun tangan.

"Dari minyak goreng hingga cabai, gimana kita bisa mengatur keuangan rumah tangga saat ini, semuanya mahal. Saya meminta kepada Pemerintah, untuk segera mengatasi hal ini," katanya.

Sementara, Irma Permatasari salah satu pedagang cabai menuturkan bahwa kenaikan harga cabai diakibatkan karena stok yang disediakan petani berkurang. Sebab kabarnya terjadi gagal panen karena faktor cuaca, sehingga harga jual cabai di pasar naik.

"Kabarnya memang lagi gagal panen. makanya untuk harga cabai  menjadi naik. Karena kita juga beli dari para petani dengan harga yang tinggi," ujar Irma.

Dirinya juga mengaku, dengan tingginya harga cabai saat ini, membuat dirinya dan para pedagang yang lainnya juga ikut mengeluh, karena omzet yang mereka dapatkan semakin anjlok, karena minat beli masyarakat menurun drastis.

"Kalau harga seperti ini terus, kami bakal banyak yang gulung tikar, dikarenakan omzet kami menurun, hingga 70 persen, karena pembelinya sepi," terangnya.

Dirinya berharap agar Pemerintah baik pusat maupun daerah, bisa dengan cepat menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

"Semoga Pemerintah baik pusat atau daerah, bisa mengatasi masalah ini secepatnya. Karena, dengan tingginya harga bahan pokok masyarakat, sangat menekan perekonomian masyarakat," harapnya. (***)