Harga Telur Merangkak Naik, Pedagang Menjerit. Ada Apa.?


Harga Telur Merangkak Naik, Pedagang Menjerit. Ada Apa.?



Gemabangsa.id, Bungo - Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Bungur, Kabupaten Bungo-Jambi, seperti Cabai dan Telur Ayam mulai merangkak naik. Hal ini disebabkan dengan permintaan warga menjelang puasa Ramadhan 1443 Hijriah.

"Harga cabai merah saat ini, tembus hingga Rp. 48.000 per kilogram, karena permintaan menjelang puasa," ujar Ricki, pedagang Cabai merah, Minggu (13/03/2022).

Ia mengatakan harga cabai merah naik dari harga semula Rp 43 ribu per kilogram menjadi Rp 48 ribu per kilogram. Namun begitu, ia mengklaim harga cabai rawit dipasar Bungur Kabupaten Bungo relatif tidak mengalami kenaikan yang yang terlalu tinggi.

"Cabai merah naik dari harga awal Rp. 43 ribu. Baru 2 hari ini naik menjadi Rp. 48 ribu per kilogram, masih relatif lah" katanya.

Sementara, bukan hanya dari kenaikan harga cabai merah, pedagang telur ayam pun juga mengeluhkan dengan kenaikan harga telur ayam hingga Rp. 10.000 lebih per karpetnya. 

Meroketnya harga pangan yang terjadi tentu menyulitkan banyak pihak, seperti penjual bahan pokok di pasaran. Seperti yang dialami David, yang dilema dalam menentukan harga. Para penjual mau tidak mau menaikkan harga yang menyebabkan penurunan pembeli. Jika pedagang tetap berusaha menekan harga sudah pasti keuntungan yang didapat akan sangat sedikit. Sehingga, ancaman kerugian sudah didepan mata.

Dirinya menyebutkan, atas kenaikan harga telur ayam yang sebelumnya dengan harga Rp. 32.000 hingga Rp. 33.000 per karpetnya saat mulai naik hingga Rp. 45.000 per karpetnya, membuat antusias para pembeli menjadi sepi. 

"Kalau saat ini pembeli sepi, ini bakal mengancam kerugian bagi kami. Untuk saat ini, telur Reban kami jual Rp. 42 ribu per karpetnya, dan yang super Rp. 45 ribu per karpet," ujar David, pedagang telur pasar Bungur Kabupaten Bungo.

Menurutnya kenaikan ini tidak seharusnya terjadi, mengingat sebentar lagi bulan Ramadhan dimana masyarakat sudah pasti memborong bahan pokok. Ditambahkannya lagi, dengan kondisi pandemi yang belum usai, ekonomi masyarakat banyak yang masih belum stabil.

"Seharusnya, kenaikan dari harga telur dan bahan pokok lainnya tidak terjadi. Ekonomi masyarakat masih belum stabil sejak dilanda pandemi saat ini," pungkas David. (Dar)